.:. Modul Resmi Kemdikbud Pendidikan Kesetaraan - Kejar Paket A B dan C https://emodul.kemdikbud.go.id/ .:.

Senin, 31 Januari 2022

Penyusunan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Perangkat pembelajaran di pendidikan kesetaraan PKBM dan SKB itu apa saja ya?

1. Program Tahunan (Prota)

2. Program Semester (Promes) 

3. Silabus (yang sudah dikembangan) 

4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 


Langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk membuat seperangkat dokumen perencanaan pembelajaran di atas? 

1. Memetakan Kompetensi Dasar (KD) dengan modul - link

2. Menyusun Program Tahunan (Prota) berbasis modul - link

3. Menyusun Program Semester (Prosem) berbasis modul

4. Menganalisis modul 

5. Mengembangkan silabus berbasis modul

6. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


No. 1 dan 4 digunakan untuk mempermudah penyusunan dokumen selanjutnya. 


Penyusunan dokumen di atas tidak sulit, hanya perlu copy-paste dan bijak "menentukan". Ini yang bikin lama. Jadi, tidak bisa semalam jadi ya seperti membangun candi ala Bondowoso. 


Download Silabus dan Modul Paket A 

Download Silabus dan Modul Paket B

Download Silabus dan Modul Paket C

Sabtu, 29 Januari 2022

Perbedaan Assessment of Learning, Assessment for Learning, dan Assessment as Learning


Sumber: Pedoman Penilaian Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan

Download File PDF Mediafire 


B. Pendekatan Penilaian Pendidikan Kesetaraan 

Dalam perkembangannya penilaian tidak hanya mengukur hasil belajar, namun yang lebih penting adalah bagaimana penilaian mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penilaian perlu dilaksanakan melalui melalui tiga pendekatan, yaitu penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning)

- Penilaian atas pembelajaran dilakukan untuk mengukur capaian peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. 

- Penilaian untuk pembelajaran memungkinkan tutor pendidikan kesetaraan menggunakan informasi kondisi peserta didik untuk memperbaiki pembelajaran. 

- Penilaian sebagai pembelajaran memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar. 

 

Assessment of Learning

Penilaian atas pembelajaran (assessment of learning) merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar setelah peserta didik selesai mengikuti proses pembelajaran. Berbagai bentuk penilaian sumatif seperti ujian modul, Ujian Sekolah Berstandar Nasional, dan ujian nasional merupakan contoh penilaian atas pembelajaran (assessment of learning). 

 

Assessment for Learning 

Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran. Dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) tutor pendidikan kesetaraan dapat memberikan umpan balik terhadap proses belajar peserta didik, memantau kemajuan, dan menentukan kemajuan belajarnya. Penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) merupakan penilaian proses yang dapat dimanfaatkan oleh tutor pendidikan kesetaraan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memfasilitasi peserta didik. Berbagai bentuk penilaian formatif, misalnya tugas-tugas di kelas, presentasi, dan kuis, merupakan contoh penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning). 

 

Assessment as Learning 

Penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) mirip dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), karena juga dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Bedanya, penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menilai dirinya sendiri atau memberikan penilaian terhadap temannya secara jujur. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman (peer assessment) merupakan contoh penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Dalam penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) peserta didik juga dapat dilibatkan dalam merumuskan prosedur penilaian, kriteria, maupun rubrik/pedoman penilaian sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal. 


Pembelajaran pendidikan kesetaraan dapat dilaksanakan dengan cara tatap muka, tutorial, mandiri terstruktur, atau dalam jaringan (online). Memperhatikan bentuk pembelajaran pendidikan kesetaraan tersebut, maka penilaian lebih ditekankan pada penilaian atas pembelajaran (assessment of learning). Namun, tidak menutup kemungkinan dilaksanakan penilaian penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Prinsip Penilaian di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Sumber: Pedoman Penilaian Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan

Download File PDF Mediafire 

 

C. Prinsip Penilaian 

Penilaian hasil belajar peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. 

1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. 

2. Reliabel, berarti penilaian didasarkan pada data yang konsisten. 

3. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. 

4. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. 

5. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 

6. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 

7. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai untuk menilai perkembangan kemampuan peserta didik. 

8. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 

9. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 

10. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.

Survei Kesiapan Implementasi Kurikulum Prototipe


Survei Kesiapan Implementasi Kurikulum Prototipe

 

***Survei khusus untuk guru/pendidik, kepala satuan pendidikan, dan pengawas satuan pendidikan***

Sehubungan dengan rencana implementasi kurikulum prototipe sebagai salah satu pilihan yang bisa dipilih satuan pendidikan, maka kami menyebarkan survei ini untuk mengetahui pemahaman dan sikap awal terhadap kurikulum prototipe.

Survei ini penting dalam menentukan bentuk dukungan yang tepat kepada satuan pendidikan agar siap menentukan pilihan kurikulum pada tahun ajaran mendatang. 

Survei Kesiapan Implementasi Kurikulum Prototipe ini akan diadakan mulai 26 Januari hingga 2 Februari 2022. Silahkan luangkan waktu 5-10 menit untuk mengisinya. Isi sesuai kondisi sebenarnya karena tidak ada konsekuensi apapun.

Mari bersama bergerak untuk Pendidikan Indonesia Maju

Untuk mengikuti Survei kunjungi tautan: 

http://ringkas.kemdikbud.go.id/surveikurikulum2022 (link tidak bisa) atau 

s.id/surveikurikulum2022 (gunakan link ini)

 

#MerdekaBelajar

#KurikulumPrototipe

Senin, 17 Januari 2022

[2022 Feb] Bimtek Penyusunan Soal Tipe AKM Pendidikan Kesetaraan


Bimtek Penyusunan Soal Tipe AKM Pendidikan Kesetaraan 2022


Bimbingan Teknis Penyusunan Soal Tipe AKM Pendidikan Kesetaraan 

Tanggal: 12, 13, dan 19 Februari 2022 (14-18 Februari 2022 penugasan mandiri)

Tempat: Zoom Meeting 

Waktu: 09.00-12.00 WIB (info dari link pendaftaran)

Biaya pendaftaran: Rp150.000,- per orang (mendapatkan e-sertifikat)

Link pendaftaran: https://s.id/AKM22-1 


- Bimtek yang bekerja sama dengan DPD FTPKN DIY ini merupakan Bimtek yang bersifat mandiri atau swadaya (ada biayanya). 

- Nomor rekening ada di akhir form pendaftaran, jangan lupa menangkap layar (screenshoot) petunjuk pembayaran.

- Bimtek akan diselenggarakan pada tanggal 12, 13, dan 19 Februari 2021 dengan penugasan mandiri dari tanggal 14-18 Februari 2022. 

- Penugasan mandiri dan diskusi dijadwalkan melalui grup Whatsapp dan Google Classroom. 

- Harap mengisi data pendaftaran dengan benar (berkaitan juga dengan e-sertifikat).

Kurikulum Paket A, Paket B, dan Paket C Lengkap Berbahasa Indonesia


Download Kurikulum Paket A dengan Bahasa Indonesia

Download Kurikulum Paket B dengan Bahasa Indonesia

Download Kurikulum Paket C dengan Bahasa Indonesia

 

Siapa tahu ada yang membutuhkan kurikulum Paket A, Paket B, dan Paket C lengkap yang berbahasa Indonesia. Untuk kurikulum yang Berbahasa Inggris, tidak dibagikan di sini. 


Link unduh 

Kurikulum Paket A 

Kurikulum Paket B

Kurikulum Paket C


Link silabus

Silabus Paket A lengkap 

Silabus Paket B lengkap 

Silabus Paket C lengkap

Struktur Kurikulum Paket A B C Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Kali ini Yukdaring mau membahas tentang struktur kurikulum Paket A, B, dan C dengan pembagian beban belajar SKK per tingkatan sesuai dengan kurikulum dari Kemdikbud untuk kelompok umum, kelompok khusus, maupun mata pelajaran peminatan (Paket C).

Kurikulum Paket A 

Kurikulum Paket B

Kurikulum Paket C


Struktur Kurikulum Paket A & Pembagian Beban SKK Paket A

Paket A Tingkatan 1 (setara Kelas I-III) = 102 SKK 

Paket A Tingkatan 2 (setara Kelas IV-VI) = 117 SKK 

Struktur Kurikulum Paket A


Struktur Kurikulum Paket B & Pembagian Beban SKK Paket B

Paket B Tingkatan 3 (setara Kelas VII-VIII) = 80 SKK

Paket B Tingkatan 4 (setara Kelas IX) = 38 SKK 

Struktur Kurikulum Paket B


Struktur Kurikulum Paket C & Pembagian Beban SKK Paket C

Paket C Tingkatan 5 (setara Kelas X-XI) = 80 SKK 

Paket C Tingkatan 6 (setara Kelas XII) = 42 SKK 


Struktur Kurikulum Paket C


Lihat Pembagian Kelas (Tingkatan) dan Semester (Paket Kompetensi) Pendidikan Kesetaraan PKBM SKB

Beban Belajar SKK dan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Sumber: Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan 

Download File PDF Mediafire


1. Beban belajar sistem Satuan Kredit Kompetensi (SKK) 

a. Beban belajar Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C dinyatakan dalam SKK yang menunjukkan bobot kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran. 

b. SKK merupakan ukuran kegiatan pembelajaran yang pelaksanaannya fleksibel. 

c. SKK dapat digunakan untuk alih kredit kompetensi yang diperoleh dari jalur pendidikan formal, informal, kursus, keahlian, dan pengalaman yang relevan. 

 

2. Kegiatan pembelajaran sistem SKK 

a. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran baik dalam bentuk tatap muka, tutorial, maupun mandiri sesuai dengan jumlah SKK yang tercantum dalam Standar Isi Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C. 

b. Pengaturan kegiatan pembelajaran seperti tercantum pada butir a adalah tatap muka minimal 20%, tutorial minimal 30%, dan mandiri maksimal 50%. → digunakan untuk membuat jadwal di PKBM maupun SKB

c. Program Paket A Tingkatan 1/Awal (Setara Kelas I - III) mempunyai beban 102 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. 

d. Program Paket A Tingkatan 2/Dasar (Setara Kelas IV - VI) mempunyai beban 102 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. 

e. Program Paket B Tingkatan 3/Terampil 1 (Setara Kelas VII – VIII) mempunyai beban 68 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. 

f. Program Paket B Tingkatan 4/Terampil 2 (Setara Kelas IX) mempunyai beban 34 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 17 SKK per semester. 

g. Program Paket C (IPA/IPS) Tingkatan 5/Mahir 1 (Setara Kelas X) mempunyai beban 40 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 20 SKK per semester. 

h. Program Paket C (IPA/IPS) Tingkatan 6/Mahir 2 (Setara Kelas XI – XII) mempunyai beban 82 SKK setara dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan minimal 21 SKK per semester. 

 

*** Pembagian beban belajar SKK pada poin d-h berbeda dengan di kurikulum yang diterbitkan oleh Kemdikbud di bagian struktur kurikulum, mungkin Permendikbudnya sudah tidak digunakan lagi ***

*** Pembagian SKK Paket A, B, dan C di kabupaten ini mengikuti yang ada di kurikulum dari Kemdikbud *** 


Struktur Kurikulum & Pembagian Beban Belajar SKK Paket A, Paket B, dan Paket C

Visi Pendidikan Nasional



Sumber: Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan

Download File PDF Mediafire



Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.






Persamaan dan Perbedaan Tatap Muka, Tutorial, dan Mandiri


Berikut ini persamaan dan perbedaan pembelajaran tatap muka, tutorial, dan mandiri di pendidikan kesetaraan PKBM maupun SKB


1. Tatap Muka (TM) 

- Peserta didik hadir di kelas

- Memerlukan RPP dalam pelaksanaannya karena dilakukan di dalam kelas 

- Tutor menyampaikan materi sesui dengan RPP yang sudah dibuat sebelumnya

- 1 SKK = 1 JPL

- 1 JPL setara dengan 35 menit (Paket A), 40 menit (Paket B), dan 45 menit (Paket C) 


2. Tutorial (TT) 

- Peserta didik hadir di kelas 

- Tutor membahas materi atau soal yang dianggap sulit seperti di Bimbel

- Tidak memerlukan RPP dalam pelaksanaannya karena hanya membahas materi tertentu atau soal saja

- 1 SKK = 2 JPL

- 1 JPL setara dengan 35 menit (Paket A), 40 menit (Paket B), dan 45 menit (Paket C) 

- Paket A = 2x35 menit, Paket B = 2x40 menit, Paket C = 2x45 menit 


3. Mandiri (M) (semacam PR)

- Peserta didik tidak hadir di kelas 

- Tutor memberi tugas untuk dipelajari peserta didik di rumah beserta petunjuk

- Tidak memerlukan RPP dalam pelaksanaannya karena tidak dilakukan di kelas 

- Peserta didik menyerahkan tugas di kegiatan tatap muka berikutnya sebagai bukti telah belajar mandiri

- 1 SKK = 3 JPL

- 1 JPL setara dengan 35 menit (Paket A), 40 menit (Paket B), dan 45 menit (Paket C) 

- Paket A = 3x35 menit, Paket B = 3x40 menit, Paket C = 3x45 menit 

*Untuk peserta didik, jangan mengeluh ya kalau tugasnya banyak atau ribet. Kan waktunya lama tu :') 


3. Kegiatan Mandiri (memerlukan kontrak belajar)

- Peserta didik minimal hadir saat membuat kontrak belajar, mengumpulkan tagihan tugas, dan ujian modul yang bisa dilakukan secara daring atau luring

- Peserta didik bisa hadir di kelas untuk berkonsultasi jika ada materi atau tugas yang belum dimengerti 

- Memerlukan kontrak belajar yang bisa dilakukan secara daring atau luring

- Dibekali modul sebagai delivery system dalam pembelajaran

- Tidak memerlukan RPP dalam pelaksanaannya karena tidak dilakukan di kelas 

- Kegiatan mandiri bisa dilakukan di mana saja, di mana pun peserta didik berada 

- Bisa menggunakan guru dari luar PKBM atau SKB *asal tidak mengganggu administrasi sekolah

- Kegiatan mandiri bisa diterapkan pada mata pelajaran yang belum ada tutornya

- 1 SKK = berapa JPL? (mungkin sama dengan belajar mandiri di atas, yaitu 3 JPL)

Minggu, 16 Januari 2022

Kegiatan Belajar Mandiri Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Kegiatan mandiri di bawah ini sesuai dengan Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan, bukan yang digunakan dalam pembuatan Program Semester (Prosem), Silabus, dan RPP. Belajar mandiri di bawah ini membutuhkan kontrak belajar antara peserta didik dan tutor: modul berapa, kapan pengumpulan tugas, dll.

Download Permen No.3 tahun 2008 Mediafire 

Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB 


3. Kegiatan Mandiri 

Dalam kegiatan mandiri tetap ada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan dilakukan saat membuat kontrak belajar.

a. Kegiatan pendahuluan 

Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik: 

1) membangkitkan motivasi dan meneguhkan hasrat peserta didik mengarah kepada kegiatan belajar mandiri, 

2) bersama peserta didik merancang kegiatan belajar mandiri yang dituangkan dalam bentuk kontrak belajar yang mencakup SK dan KD, jenis tugas, dan waktu penyelesaian, 

3) bersama peserta didik mengidentifikasi bahan dan kelengkapan belajar lainnya yang akan digunakan seperti modul-modul pembelajaran, buku-buku sumber, dan media belajar lainnya. 

b. Kegiatan inti 

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. 

Dalam kegiatan inti, peserta didik: 

1) melaksanakan kegiatan belajar mandiri sesuai dengan kontrak belajar yang mencakup SK dan KD, jenis tugas, dan waktu penyelesaian, 

2) mengerjakan tugas-tugas yang terdapat pada modul, 

3) secara periodik melaporkan kemajuan belajar untuk mendapatkan umpan balik dari pendidik, 

4) menyerahkan portofolio hasil belajar sebagai bahan penilaian pencapaian SK dan KD oleh pendidik. 

c. Kegiatan penutup 

Dalam kegiatan penutup, pendidik: 

1) melakukan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar mandiri, 

2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar, 

3) melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan pengajaran perbaikan, pemberian materi pengayaan, dan/atau pelayanan konseling baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil kegiatan belajar mandiri peserta didik.

Kegiatan Inti dalam Pembelajaran Tatap Muka Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Karena penjelasannya cukup panjang, keterangan kegiatan inti dalam kegiatan tatap muka di PKBM dan SKB dibuat artikel lain supaya lebih nyaman dalam membaca. 

Artikel sebelumnya Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB: Tatap muka (TM), Tutorial (TT), dan Mandiri (M). 

 

Kegiatan inti 

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. 

1) Eksplorasi 

Dalam kegiatan eksplorasi, pendidik: 

a) membimbing peserta didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan topik/tema yang akan dipelajari, 

b) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan mendalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dari berbagai sumber belajar dengan memanfaatkan alam dan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar (alam takambang jadi guru), 

c) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain, 

d) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya, 

e) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, 

f) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan. 

2) Elaborasi 

Dalam kegiatan elaborasi, pendidik: 

a) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna, 

b) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, 

c) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut, 

d) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif, 

e) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar, 

f) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok, 

g) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok,
h) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan. 

3) Konfirmasi 

Dalam kegiatan konfirmasi, pendidik: 

a) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, 

b) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, 

c) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, 

d) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar, 

e) berfungsi sebagai nara sumber, pembimbing dan fasilitator dalam: 

(1) menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa baku dan benar, 

(2) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi, 

(3) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh, 

(4) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif, 

(5) membantu mencari solusi dan membimbing peserta didik dalam menghadapi permasalahannya, 

f) memberi peluang dan waktu yang cukup bagi setiap peserta didik dalam kegiatan tutorial untuk menguasai materi pembelajaran.

Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB


Sumber: Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan 

Download File PDF Mediafire 


Pelaksanaan pembelajaran di pendidikan kesetaraan ada 3 tipe: Tatap Muka (TM), Tutorial (TT), dan Mandiri (M). Ketiga jenis pembelajaran tersebut digunakan saat membuat Program Semester (Prosem), Silabus, dan RPP per mata pelajaran. Materi mana yang akan ditatapmukakan, materi mana yang perlu dilakukan tutorial karena termasuk sulit, dan materi mana yang bisa dipelajari oleh peserta didik di rumah. Belajar mandiri yang dimaksud di sini (yang digunakan dalam Prosem, Silabus, dan RPP) bukan kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar ya. Di bagian bawah nanti akan sedikit dijelaskan tentang kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar.


++++++++++++++++++++

 

1. Tatap Muka(TM)

Kegiatan tatap muka ini dilakukan di dalam kelas. Kegiatan ini juga bisa dilakukan di halaman sekolah. Kegiatannya meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. Untuk mengimplementasikan kegiatan tatap muka, diperlukan RPP.

Contoh RPP Pendidikan Kesetaraan

a. Kegiatan pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik:

1) menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,

2) mencatat kehadiran peserta didik, 

3) menyampaikan tujuan pembelajaran atau SK dan KD yang akan dicapai, 

4) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus, 

5) mengajukan pertanyaan berkenaan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik untuk mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari.

b. Kegiatan inti 

Kegiatan inti dalam tatap muka meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Kegiatan penutup 

Dalam kegiatan penutup, pendidik: 

1) bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/ kesimpulan pelajaran, 

2) bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

3) melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

4) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, 

5) melakukan perencanaan kegiatan tindak lanjut melalui pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling, atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, 

6) memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri, 

7) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


++++++++++++++++++++


2. Tutorial (TT)

a. Kegiatan pendahuluan 

Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik: 

1) menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran, 

2) mencatat kehadiran peserta didik, 

3) menyampaikan tujuan tutorial. 

b. Kegiatan inti 

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. 

Dalam kegiatan inti, pendidik: 

1) mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi peserta didik, 

2) bersama peserta didik membahas materi, 

3) memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap peserta didik, 

4) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain, 

5) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya, 

6) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, 

7) memberikan balikan dan penguatan. 

c. Kegiatan penutup 

Dalam kegiatan penutup, pendidik: 

1) bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/ kesimpulan pelajaran, 

2) bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

3) melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

4) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, 

5) memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri, 

6) melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling, dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, 

7) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya.

 

++++++++++++++++++++

 

3. Mandiri (M)

Tipe pembelajaran mandiri ini biasanya disebut juga dengan belajar mandiri, yaitu siswa mempelajari satu atau lebih materi secara mandiri di luar jam pelajaran (semacam PR). Biasanya saat tatap muka berikutnya, peserta didik harus mengumpulkan tugas jika pembelajarannya dilakukan secara luring. Tugas juga bisa dikumpulkan melalui WA atau mengerjakan soal di google form jika daring. Ada banyak cara untuk mengecek peserta didik benar-benar belajar di rumah atau tidak. Contoh tugasnya adalah membuat poster tentang hemat listrik. Kan ada tu ya tugas keterampilan semacam itu di silabus model. Tugas tersebut bisa dikerjakan di rumah atau di manapun peserta didik berada.

 

Tipe pembelajaran mandiri ini berbeda dengan yang ada di dalam Permen No.3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan. Yang disebutkan dalam Permen tersebut adalah kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar antara peserta didik dan tutor: modul berapa, kapan pengumpulan tugas, dll. Kontrak belajar ini bentuk komitmen peserta didik. Peserta didik minimal datang saat membuat kontrak belajar, pengumpulan tugas, dan ujian modul. Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, peserta didik boleh hadir dalam kelas. Kelebihannya adalah pembelajaran mandiri bisa dilakukan di rumah atau di manapun dan bahkan bisa mengambil guru dari luar PKBM atau SKB. Sayangnya, hanya beberapa PKBM atau SKB saja yang mampu menyelenggarakan tipe pembelajaran ini. Untuk kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar, bisa dibaca di artikel di bawah ini.

Kegiatan Mandiri Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB

 

Apabila belajar mandiri yang dibahas di Yukdaring keliru, akan diperbaiki segera setelah menemukan titik terang.  

Cara Edit Tema/Template di Blogspot


Cari-cari tema atau template blogspot di google yuk. Gunakan kata kunci berikut ini: template blogspot. Bisa juga menggunakan kata kunci lainnya. Coba-coba saja. Pastikan template tersebut gratis dan kalau bisa, sudah mendukung tampilan mobile (untuk smartphone). 

Contoh template blogspot https://btemplates.com/ dan https://gooyaabitemplates.com/

Pilihan template ada banyak. Sesuaikan saja dengan kebutuhan, misal ingin tampilan blog yang responsif atau sudah mendukung SEO. Responsif artinya informasi yang ada di blog bisa tersampaikan ke pengunjung dengan baik, baik diakses lewat desktop atau smartphone. Template blog yang SEO friendly seharusnya akan mendukung artikel lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti google. SEO atau tidak, Yukdaring menyarankan untuk menggunakan template yang mempunyai tampilan sederhana dan ringan ketika diakses.

Tips Supaya Artikel Mudah Ditemukan Google

Yukdaring menggunakan template Hudson yang disediakan oleh btemplates. 

 

Contoh di bawah ini menggunakan template dari btemplates. 

1. Buka https://btemplates.com/ 

2. Pilih tema yang akan digunakan 

Pilih Demo untuk melihat tampilan sebenarnya template dengan berbagai versi view. 

Pilih Download untuk mengunduh template. 

Kali ini menggunakan template Rareti yang tampilannya mirip dengan Yukdaring, tidak ada tampilan gambar ataupun slide. 

Cara Edit Tema/Template di Blogspot
 

Tab Desktop dan Mobile digunakan untuk meninjau tampilan versi desktop dan mobile. Jika tampilan kurang cocok, bisa cari lagi template lainnya ya. 

Free Download untuk mendownload template. 

Live Demo untuk meninjau tampilan template secara jelas dengan beberapa pilihan view: smartphone, tablet, dan desktop. Link-nya sama dengan pilihan Demo di poin nomor 2.

Cara Edit Tema/Template di Blogspot

3. Klik Free Download, maka file template akan diunduh dengan ekstensi .rar atau .zip. Pilihan Download Template juga ada di halaman Demo di bagian atas sebelah kiri pilihan view. 

4. Buka file tersebut dengan Explorer di laptop atau komputer. 

5. Klik kanan dan pilih Extract Here. Folder Rareti akan berada di folder yang sama dengan file .zip yang sudah diunduh tadi. 

6. Buka folder Rareti - terdapat file Rareti.xml 

7. Klik kanan file Rareti.xml - Open with - Notepad.

8. Pilih semua kode dengan menekan tombol Ctrl+A kemudian Ctrl+C untuk meng-copy.

Cara Edit Tema/Template di Blogspot

9. Buka blogger.com - klik Tema - klik Sesuaikan - pilih Edit HTML

Jika tema sebelumnya masih menggunakan tema bawaan dari blogger, tampilan Edit HTML masih bersih.

Tinggal pencet Ctrl+V untuk menempelkan kode template tadi. 

Jika sudah kode template, pecet Ctrl+A kemudian Ctrl+V. 

Cara Edit Tema/Template di Blogspot

Klik tanda mata untuk meninjau hasil template. 

Klik tanda disket untuk menyimpan template (tanda yang paling kanan). 

 

10. Selamat blog sudah mempunyai tampilan baru.

Tips Supaya Artikel Mudah Ditemukan Google


1. Tetap konsisten dalam membuat artikel 

Tambah terus postingannya. Siapa tahu pengunjung yang nyasar ke blog kita kecantol artikel lainnya. 


2. Gunakan domain kustom (berbayar) - sesuaikan dengan budget 

Domain kustom membuat artikel lebih mudah muncul di halaman google

Lihat Kelebihan Domain Kustom 

Cara menghubungkan domain ke blogspot 

 

3. Gunakan kata-kata yang kemungkinan besar digunakan orang ketika searching di google

Contoh: Download modul Paket B Matematika 

Tidak harus kaku seperti contoh di atas ya, bisa dijabarkan dikit. Biasanya Yukdaring meletakkan satu kata kunci seperti contoh di awal atau tengah artikel. Lebih baik lagi jika kata kunci juga digunakan pada judul artikel. 

Jika kata kunci masih belum tepat, kata-kata di artikel bisa diubah kapan pun. 


4. Buat artikel yang bermanfaat

Contoh: Info Tempat Cuci Motor di Bandung, Download Modul P4, Download Soal UN Matematika SMP 


5. Gunakan template yang sederhana dan ringan 

Blog tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menampilkan halaman, langsung wus wus wus. Hindari menggunakan gambar atau animasi yang berat. 


6. Sabar

Iya, butuh waktu beberapa saat untuk artikel bisa dikenali oleh google. Jika banyak orang yang mengakses, artikel akan naik sendiri di halaman pencarian google, syukur-syukur bisa tampil di halaman pertama google. 


Bagaimana jika sudah membuat banyak artikel, tetapi trafik tetap tidak banyak? 

Kemungkinan tidak banyak orang yang mencari artikel dengan tema tersebut. Coba membuat artikel dengan tema lainnya. 

Solusi lain: blogwalking (saling berkomentar di blog orang lain dan tinggalkan link blog), bagikan di media sosial, mengikuti komunitas yang mendukung blog. 


Apakah perlu template yang SEO friendly? 

Sebetulnya admin tidak begitu paham maksud SEO friendly di template.

Saran: tetap ikuti tips di atas supaya terindex oleh Google, terutama tips nomor 3 (gunakan kata kunci yang tepat).

File Unduh Yukdaring


Gunakan link mediafire jika tidak bisa mengunduh file lewat google drive 


1. Artikel Contoh RPP Pendidikan Kesetaraan - link 

Contoh format RPP: Google Drive file .rtf | Google Drive file .rar | Mediafire 

Buku Saku RPP: Google Drive | Mediafire 

Pedoman Penilaian Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan: Google Drive | Mediafire 

 

2. Artikel Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB - link 

Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan: Mediafire 

 

3. Menyusun Program Tahunan (Prota) Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB - link 

Program Tahunan (Prota): Mediafire

Cara Unduh dan Edit File dari Google Drive


Update: yukdaring sudah menyediakan link unduh di mediafire


Beberapa hari ini ada beberapa orang yang meminta akses untuk mengedit file yang telah dibagikan di yukdaring melalui google drive. Mohon maaf sekali, bukan maksud yukdaring tidak memberikan akses tersebut. Jika akses sebagai editor diberikan, file-nya sudah tidak asli lagi. 

Ternyata file yang dibagikan berupa file dengan ekstensi .rtf dan ini yang membuat Bapak/Ibu bingung ya untuk mengunduhnya? Maafkan ya, Bapak/Ibu, Yukdaring baru pertama kali ini membagikan file .rtf. File ini sekeluarga dengan docx, namun ukuran file jauh lebih besar kalau ada banyak halaman. Kelebihan file .rtf ini adalah formatnya yang tidak akan berubah. Bapak/Ibu pernah kan menemui file dokumen yang spasinya ga ada.

Yukdaring mengucapkan terima kasih atas antusias Bapak dan Ibu. Yukdaring berharap file maupun info yang dibagikan di sini bermanfaat sampai pelosok Indonesia.

Berikut yukdaring berikan tutorial untuk mengunduh dan mengedit file yang dibagikan di melalui google drive. 

Di sini yukdaring menggunakan smartphone ya .... 

Cara di bawah ini berlaku untuk file jenis apapun. 

 

1. Klik link file yang akan diunduh 

2. Buka dengan google drive 

Jika belum mempunyai aplikasinya, silakan diunduh dulu di Playstore, App Market, maupun lainnya. Sesuaikan dengan tipe smartphone.

3. Pilih akun google yang akan digunakan jika ada lebih dari satu akun - klik OK

4. Buka dengan aplikasi WPS Office maupun sejenisnya kemudian tutup

 

5. Buka aplikasi google drive, gunakan akun google yang digunakan di nomor 2 

6. Pilih tab Dibagikan di bagian bawah (sebelah kanan tanda bintang)

7. File yang dibuka tadi sudah masuk ke akun google 

File yukdaring otomatis terhubung dengan google drive Bapak/Ibu. Berlaku juga untuk file orang lain yang dibagikan kepada Bapak/Ibu.

8. Klik tanda titik 3 pada file yang akan diunduh - pilih Download 

Cara Unduh dan Edit File dari Google Drive

 9. File sudah ada di memori smartphone 

Cek di file manajer masing-masing di bagian download atau dokumen.

10. Buka dengan aplikasi WPS Office atau sejenisnya untuk mengedit

11. Jika ingin mengedit secara online, unggah file tadi ke google drive Bapak/Ibu melalui tanda silang 4 warna yang ada di atas tab File, tab yang paling kanan (lihat tanda silang di gambar nomor 8). Ulangi langkah nomor 10 untuk mengedit. Pastikan membuka file tersebut lewat google drive, bukan yang di file manager.

12. Jika ingin lebih leluasa, pindahkan file ke laptop atau komputer 

 

Untuk file .pdf dan .rar, biasanya akan langsung muncul tanda titik 3 di bagian kanan atas setelah file dibuka dengan google drive (langkah nomor 3). Klik tanda tersebut, kemudian pilih download. 

Cara Unduh dan Edit File dari Google Drive

Jika masih kesulitan untuk mengunduh file, silakan kirim email ke yukdaring@gmail.com dan sebutkan nama file yang dimaksud atau gunakan link mediafire yang sudah disediakan.

Sabtu, 15 Januari 2022

Membuat Profil Website PKBM SKB


Yukdaring mau membahas tentang cara membuat website untuk profil sekolah, khususnya PKBM dan SKB. Seperti biasa, inti bahasannya adalah blogspot atau wordpress dan domain kustom

Jangan bosan ya, Pak, Bu, kalau yukdaring sering membahas membahas domain kustom. Lumayan lho buat branding PKBM dan SKB. Tidak tahu juga ya apa bisa menambah nilai akreditasi sekolah. Yukdaring belum tahu poin-poin yang dinilai dalam akreditasi.

Lihat Kelebihan Domain Kustom

Cara yang diajarkan di sini banyak langkahnya. Jika tidak mau repot, gunakan jasa pembuat website seperti https://wunik.id/ ini. Tinggal pilih paket mana yang sesuai budget per bulannya, daftar - bayar - tunggu selesai - gunakan. Sayangnya jumlah halamannya sangat terbatas, 5-20 halaman. Iya, memang hasilnya bakal bagus, tetapi yukdaring tidak menyarankan cara ini karena cukup mahal ya. 

Cara lain: bayar orang yang sudah berpengalaman membuat web. Nantinya kita membayar biaya hosting + domain + jasa. Atau bisa juga orang tersebut menggunakan cara di bawah ini.


Cara membuat profil web


1. Tentukan akan menggunakan blogspot atau wordpress untuk membuat profil. 

Untuk kelebihan dan kekurangan blogspot dan wordpress bisa dibaca-baca sendiri. 

Yukdaring menggunakan blogspot yang langsung terhubung ke akun google. 

 

2. Registrasi ke blogspot atau wordpress jika sama sekali belum mempunyai akun untuk login.

Blogspot https://www.blogger.com/

Wordpress https://wordpress.com/id/

Login blogspot menggunakan akun google. Masing-masing pengguna android pasti mempunyai akun google. 

Login wordpress menggunakan pilihan akun google atau apple.

 

3. Tentukan nama subdomain untuk blogspot atau wordpress. 

Silakan dicoba-coba sendiri. Jika sudah ada yang menggunakan nama subdomain tersebut, coba nama lainnya sampai sukses. Nama subdomain ini biasanya masih bisa diubah-ubah kapan saja. Contoh: lemineraleseger.blogspot.com, siladexobatbatuk.wordpress.com.


4. Tentukan tema atau template yang sesuai (bisa menggunakan tema bawaan atau cari-cari sendiri lewat google)

Contoh template blogspot https://btemplates.com/ dan https://gooyaabitemplates.com/

Contoh template wordpress → Yukdaring belum pernah mencari template wordpress, gunakan saja tema atau template yang sudah disediakan oleh wordpress

Pastikan menggunakan tema atau template yang sederhana. SEO atau tidak, tidah usah terlalu dipikirkan. Fokus membuat profil sekolah dan menambah postingan (kegiatan sekolah, tips, trik, materi, dll). 

Jika masih kurang sreg dengan temanya, gunakan yang ada dulu. Tema bisa diubah lain waktu. 


5. Membuat postingan utama tentang profil PKBM atau SKB (bisa ditulis dalam satu atau beberapa postingan)

Profil sekolah memuat:

a. Identitas sekolah nama sekolah, alamat, nomor telepon atau WA, email, logo (jika ada), akun media sosial

b. Visi dan misi sekolah

c. Cara pembelajaran

d. Guru dan staf (jika memungkinkan)

e. Data siswa yang aktif dan sudah lulus (jika memungkinkan) 

f. Sarana dan prasarana (untuk menarik minat calon peserta didik maupun orangtuanya) 

g. Kegiatan unggulan (untuk menarik minat calon peserta didik maupun orangtuanya) 


Jangan lupa isi label (semacam hashtag pribadi di suatu blog) 

Label di blogspot ada di sebelah kanan. Gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan label.

Menambahkan label kategori di blogspot

Contoh label: IPA, Kelas 7, Modul 1, Paket B

Nantinya akan muncul seperti gambar di bawah ini. 

Menambahkan label kategori di blogspot

Harap bijak dalam menggunakan label ini karena jika dimunculkan semua, labelnya bisa sampai bawah. Letak label di kanan atau kiri blog itu tergantung tema atau template yang digunakan, bisa ditambah maupun dihilangkan tergantung kebutuhan. Kita juga bisa menampilkan label-label tertentu saja kok.


6. Jangan lupa publikasikan postingan profil sekolah. 


7. Hubungkan blog profil sekolah di blogspot atau wordpress ke domain kustom supaya lebih mudah muncul di halaman google. 

Domain yang cocok untuk sekolah adalah .sch.id. Syaratnya adalah upload KTP atau paspor, surat kuasa dari sekolah, dan surat keterangan kepala sekolah atau pimpinan lembaga. Untuk lebih lanjut, bisa langsung menghubungi penyedia layanan domain kustom jika ingin berkonsultasi terlebih dahulu. Namun, jika menghendaki domain yang lain juga tidak ada masalah seperti .web.id, .my.id. dan .com. Setiap domain sebenarnya mempunyai tujuan tertentu, klik di sini.

Cara menghubungkan domain ke blogspot 

Apakah nama subdomain di blogspot atau wordpress harus sama dengan nama domain kustom? Tidak.

Contoh:

Subdomain kejarpaketyukdaring.blogspot.com

Domain kustom www.pkbmyukdaring.sch.id (ini yang akan menentukan nama website terakhir)


Catatan: meskipun sekolah Bapak/Ibu belum mempunyai email atau website sendiri, jangan pernah menggunakan domain .go.id untuk menuliskan email atau website sekolah. Domain .go.id hanya untuk keperluan instansi penyelenggara negara seperti kemdikbud.go.id dan kominfo.go.id. Haram hukumnya! Nanti diketawain orang-orang yang paham :(

 

8. Tambahkan postingan lainnya (kegiatan sekolah, study tour, materi, dll)


9. Jika sudah berpengalaman menggunakan blogspot, bisa menambahkan gadget lainnya di bagian Tata Letak - cari Tambahkan Gadget 

Gadget yang bisa ditambahkan: Artikel Popular, Gambar, Teks, dll. Silakan diotak-atik sendiri sampai puas. Jangan klik gambar disket di bagian kanan bawah untuk menyimpan gadget yang sudah ditambahkan maupun dihapus.

Jika paham dengan kode html, menu yang biasanya ada di bagian atas bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan di bagian Tema - klik Sesuaikan - pilih Edit HTML. Harap berhati-hati.

Contoh menu di idwebhost.com. 

Menambahkan menu di blogspot


Untuk wordpress, sekali lagi, belum tahu. *maafkan ya*

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot


Yup, kali ini yukdaring akan melanjutkan pembahasan mengenai cara menghubungkan domain kustom ke blogspot. Pembahasan sebelumnya adalah memanfaatkan domain paling murah .my.id. Keren kan bisa punya domain dengan nama yang unik. Bisa lho menggunakan nama sendiri jika belum ada yang buat. Langsung saja cek nama domain yang diinginkan di idwebhost.com! Siapa tahu belum ada yang pakai. Sekalian cek harganya juga.

idwebhost.com

Iya, yukdaring.my.id menggunakan layanan dari idwebhost. Penyedia domain lainnya bisa dicari-cari sendiri ya. 


Cara menghubungkan domain custom ke blogspot

 

1. Pastikan domain sudah dibayar ya dan bisa menggunakan domain berekstensi .com, .net, .id, maupun yang lainnya. Pokoknya tergantung budget dan ketersediaan domain. Contoh di sini masih menggunakan .my.id yang murah. 


2. Login ke member.idwebhost.com dan klik Domain yang latar belakangnya berwarna biru (bukan yang paling atas).

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot


3. Pilih domain yang akan dihubungkan ke blogspot (lihat gambar di atas).

 

4. Pilih Nameserver - pilih Gunakan nameserver lain - ubah Nameserver 1 dan 2.

Ubah Nameserver 1 menjadi ns1.idwebhost.id 

dan Nameserver 2 menjadi ns2.idwebhost.id

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot

 

5. Pilih Kelola DNS (Tambahkan Nama Host, Jenis Record, dan Alamat satu per satu)

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot

Bagian 1

Nama Host: ketik saja @ setelah disimpan, isi kolom akan berubah secara otomatis menjadi nama domain

Jenis Record: A (Address) → tidak perlu diubah

Alamat:

216.239.32.21

216.239.34.21

216.239.36.21

216.239.38.21

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot

Masukkan satu per satu ya ....


Bagian 2

Kembali ke halaman blogger - pilih Setelan - cari Memublikasikan - klik Domain kustom - isi dengan domain yang akan dihubungkan (gunakan www) - klik Simpan

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot


Akan keluar peringatan seperti berikut ini. 

Perhatikan Nama: www, Tujuan: ghs.google.com

dan Nama: r6xxyyzzr6a4, Tujuan: gv-cxxxyyyzzzli2u.dv.googlehosted.com (nama dan tujuan sebenarnya dirahasiakan). 

Kedua informasi tersebut akan digunakan untuk mengisi DNS bagian 2.

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot

Kembali ke Kelola DNS dan isikan informasi yang sudah didapatkan di atas.

 

Nama Host: www

Jenis Record: CName (Alias) 

Alamat: ghs.google.com


Nama Host: r6xxyyzzr6a4

Jenis Record: CName (Alias) 

Alamat: gv-cxxxyyyzzzli2u.dv.googlehosted.com


Jangan lupa disimpan. Pengaturan domain sudah selesai. Tunggu beberapa menit.


6. Kembali ke blogger - Setelah - Domain kustom 

Jika halaman peringatan di bawah ini masih ada, klik Simpan (sampai sukses tidak muncul peringatan lagi). Jika ternyata halaman kena reload, isikan kembali Domain kustom dan klik Simpan

Jika masih muncul peringatan, tunggu beberapa menit lagi. Tidak perlu khawatir ya. 

Jika memang sedang ada keperluan, tinggalkan dulu halaman ini, isikan lagi domain kustom setelah waktu longgar. 

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot


7. Uji coba domain 

Ketikkan nama domain ke browser. 

Apakah langsung terhubung? Tidak. Biasanya akan muncul 404. That's an error.

Cara Menghubungkan Domain ke Blogspot

Tunggu beberapa saat, domain anda akan terhubung ke blog. Semoga berhasil.