Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB

Sumber: Permen No.3 tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan 

Download File PDF Mediafire 


Pelaksanaan pembelajaran di pendidikan kesetaraan ada 3 tipe: Tatap Muka (TM), Tutorial (TT), dan Mandiri (M). Ketiga jenis pembelajaran tersebut digunakan saat membuat Program Semester (Prosem), Silabus, dan RPP per mata pelajaran. Materi mana yang akan ditatapmukakan, materi mana yang perlu dilakukan tutorial karena termasuk sulit, dan materi mana yang bisa dipelajari oleh peserta didik di rumah. Belajar mandiri yang dimaksud di sini (yang digunakan dalam Prosem, Silabus, dan RPP) bukan kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar ya. Di bagian bawah nanti akan sedikit dijelaskan tentang kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar.


++++++++++++++++++++

 

1. Tatap Muka(TM)

Kegiatan tatap muka ini dilakukan di dalam kelas. Kegiatan ini juga bisa dilakukan di halaman sekolah. Kegiatannya meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. Untuk mengimplementasikan kegiatan tatap muka, diperlukan RPP.

Contoh RPP Pendidikan Kesetaraan

a. Kegiatan pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik:

1) menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,

2) mencatat kehadiran peserta didik, 

3) menyampaikan tujuan pembelajaran atau SK dan KD yang akan dicapai, 

4) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus, 

5) mengajukan pertanyaan berkenaan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik untuk mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari.

b. Kegiatan inti 

Kegiatan inti dalam tatap muka meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Kegiatan penutup 

Dalam kegiatan penutup, pendidik: 

1) bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/ kesimpulan pelajaran, 

2) bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

3) melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

4) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, 

5) melakukan perencanaan kegiatan tindak lanjut melalui pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling, atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, 

6) memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri, 

7) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


++++++++++++++++++++


2. Tutorial (TT)

a. Kegiatan pendahuluan 

Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik: 

1) menyiapkan kondisi pembelajaran agar peserta didik terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran, 

2) mencatat kehadiran peserta didik, 

3) menyampaikan tujuan tutorial. 

b. Kegiatan inti 

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. 

Dalam kegiatan inti, pendidik: 

1) mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi peserta didik, 

2) bersama peserta didik membahas materi, 

3) memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap peserta didik, 

4) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain, 

5) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya, 

6) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, 

7) memberikan balikan dan penguatan. 

c. Kegiatan penutup 

Dalam kegiatan penutup, pendidik: 

1) bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/ kesimpulan pelajaran, 

2) bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

3) melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, 

4) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, 

5) memotivasi peserta didik untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri, 

6) melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling, dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, 

7) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya.

 

++++++++++++++++++++

 

3. Mandiri (M)

Tipe pembelajaran mandiri ini biasanya disebut juga dengan belajar mandiri, yaitu siswa mempelajari satu atau lebih materi secara mandiri di luar jam pelajaran (semacam PR). Biasanya saat tatap muka berikutnya, peserta didik harus mengumpulkan tugas jika pembelajarannya dilakukan secara luring. Tugas juga bisa dikumpulkan melalui WA atau mengerjakan soal di google form jika daring. Ada banyak cara untuk mengecek peserta didik benar-benar belajar di rumah atau tidak. Contoh tugasnya adalah membuat poster tentang hemat listrik. Kan ada tu ya tugas keterampilan semacam itu di silabus model. Tugas tersebut bisa dikerjakan di rumah atau di manapun peserta didik berada.

 

Tipe pembelajaran mandiri ini berbeda dengan yang ada di dalam Permen No.3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan. Yang disebutkan dalam Permen tersebut adalah kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar antara peserta didik dan tutor: modul berapa, kapan pengumpulan tugas, dll. Kontrak belajar ini bentuk komitmen peserta didik. Peserta didik minimal datang saat membuat kontrak belajar, pengumpulan tugas, dan ujian modul. Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, peserta didik boleh hadir dalam kelas. Kelebihannya adalah pembelajaran mandiri bisa dilakukan di rumah atau di manapun dan bahkan bisa mengambil guru dari luar PKBM atau SKB. Sayangnya, hanya beberapa PKBM atau SKB saja yang mampu menyelenggarakan tipe pembelajaran ini. Untuk kegiatan mandiri yang memerlukan kontrak belajar, bisa dibaca di artikel di bawah ini.

Kegiatan Mandiri Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB

 

Apabila belajar mandiri yang dibahas di Yukdaring keliru, akan diperbaiki segera setelah menemukan titik terang.  

Posting Komentar untuk "Tipe Pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan PKBM dan SKB"