.:. Modul Resmi Kemdikbud Pendidikan Kesetaraan - Kejar Paket A B dan C https://emodul.kemdikbud.go.id/ .:.

Rabu, 27 Juli 2022

Desain Kurikulum Operasional (KOS) Satuan Pendidikan Kesetaraan


Tahap 1 Webinar Bimtek Kurikulum Merdeka Pendidikan Kesetaraan - Cirebon, 7 Juli 2022 

Youtube: seTara Daring




[Bapak Muh. Yusri Saad] 


CONTOH DESAIN KURIKULUM OPERASIONAL

- Cover (Judul, NSPN, Alamat Satuan Pendidikan)

- Halaman Pengesahan 

- Kata Pengantar (Akan menggunakan kurikulum apa saja? Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, atau gabungan keduanya?)

- Daftar Isi 

A. Karakteristik Satuan Pendidikan 

B. Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan 

C. Pengorganisasian Pembelajaran 

D. Perencanaan Pembelajaran 

E. Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional (Kurikulum sudah diterapkan secara benar?)

- Lampiran 

Poin A-D wajib ada di dalam kurikulum operasional. Cover, halaman pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi memang tidak wajib ada, namun sebaiknya tetap dicantumkan (minimal cover). Desain kurikulum operasional di atas hanya contoh, boleh diikuti, diadaptasi, maupun diadopsi. Contoh di atas hanya urutan logis saja.


A. KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN 

1. Peserta didik (data/kondisi riil peserta didik saat ini pada Paket A, Paket B, Paket C) 

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

3. Sosial, Ekonomi, dan Budaya Satuan Pendidikan

Boleh dalam bentuk bagan, flowchart, tabel, narasi maupun lainnya. 


B. VISI, MISI, DAN TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN 

1. Visi (upaya atau layanan yang dilakukan untuk mencapai misi)

2. Misi (melaksanakan, melakukan, dll) 

3. Tujuan (menggambarkan hasil atau sesuatu yang bisa terukur, selaras dengan misi dan strategi satuan pendidikan, bisa diisi tujuan pendidikan secara umum ataupun tujuan masing-masing Program Paket A B C)

Tinjau kembali apakah visi, misi, dan tujuan masih relevan atau tidak. Jika sudah tidak relevan, sebaiknya diperbaharui.


C. PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 

Sebelum merancang elemen struktur di bawah ini (intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler), tentukan dahulu pendekatan pembelajaran yang akan digunakan di satuan pendidikan (pendekatan mata pelajaran, tematik, intergratif, atau sistem blok). Berdasarkan pendekatan itu, akan tergambar struktur kurikulumnya. Lihat contoh di buku panduan.

1. Struktur Kurikulum Kelompok Mata Pelajaran Umum (Intrakurikuler) 

Melakukan pemetaan dan menetapkan SKK di setiap fase pada masing-masing jenjang (Paket A, Paket B, Paket C) berdasarkan struktur kurikulum sesuai regulasi yang mengatur Kurikulum Merdeka. 

CONTOH PENGORGANISASIAN INTRAKURIKULER PENETAPAN SKK BERDASARKAN PENDEKATAN MAPEL

2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Kokurikuler) 

P5: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

P4: Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Penguatan Profil Pelajar Pancasila di pendidikan kesetaraan dilakukan melalui program Pemberdayaan dan Keterampilan. Kegiatan P4 berupa projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila, sekurang-kurangnya meliputi tema, dimensi (elemen, dan subelemen), kelas berapa dilaksanakan, dan alokasi waktu pada tahun pelajaran tersebut. 

Dimensi P5:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia 

2. Kebhinnekaan global

3. Bergotong royong

4. Kreatif

5. Bernalar kritis 

6. Mandiri 

Di sekolah formal atau reguler, P5 tidak dilakukan di mata pelajaran tertentu. P5 merupakan kegiatan sendiri di luar mata pelajaran. 

P5 di pendidikan kesetaraan boleh dilaksanakan di program Pemberdayaan sendiri atau Keterampilan sendiri atau boleh juga digabung secara hibrid (Pemberdayaan dan Keterampilan digabung dalam satu projek). Program Pemberdayaan dan Keterampilan sebenarnya program yang saling melengkapi antara softskill dan harskill. Oleh karena itu, disarankan projek Pemberdayaan dan Keterampilan digabung. Dimensi P5 yang telah ditentukan akan lebih sering muncul di beberapa projek. Softskill dan harskill peserta didik lebih terasah karena dimensinya muncul kembali. Selain itu, dengan mode hibrid (penggabungan Pemberdayaan dan Keterampilan) jumlah SKK yang digunakan tidak terlalu banyak. Satuan pendidikan bisa melakukan projek lebih banyak daripada jika Pemberdayaan saja atau Keterampilan saja. Alokasi waktu menjadi lebih maksimal. 

Contoh P5 adalah tata boga, hidroponik, fotografi, dll.

CONTOH PENGORGANISASIAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

3. Ekstrakurikuler 

Satuan pendidikan menetapkan kegiatan ekstrakurikuler seperti sablon, majalah dinding, bela diri, musik, pramuka, dll. Bisa menggunakan tabel atau narasi yang berisi nama ekstrakulikuler, deskripsi. dan waktu pelaksanaan. 

Nama kegiatan kokulikuler dan ekstrakulikuler bisa jadi sama. Perbedaannya adalah kegiatan kokurikuler wajib diikuti oleh semua peserta didik sesuai dengan kelas dan alokasi waktu yang sudah ditentukan. Pastinya kegiatan P5 berupa projek, lebih kompleks daripada kegiatan ekstrakulikuler.

 

D. PERENCANAAN PEMBELAJARAN  

Perencanaan pembelajaran dilaksanakan pada ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas.

1. Ruang Lingkup Satuan Pendidikan 

Berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) atau dulunya disebut Silabus. Pahami Capaian Pembelajaran (CP) terlebih dahulu, rumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), kemudian susun ATP. 

Berikan satu contoh Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Sertakan di lampiran bagaimana cara menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) kemudian menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 

CP → TP → ATP 

2. Ruang Lingkup Kelas 

Berupa Modul Ajar atau dulunya disebut RPP. 

Berikan satu contoh Modul Ajar yang sesuai dengan contoh ATP sebelumnya. Misal, contoh ATP sebelumnya adalah Bahasa Indonesia, maka contoh Modul Ajarnya juga Bahasa Indonesia. Ambil satu ATP saja untuk diturunkan menjadi Modul Ajar atau RPP.

Bagi satuan pendidikan yang belum mahir membuat ATP dan Modul ajar, boleh menggunakan secara utuh, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh yang disediakan oleh pusat di Platform Merdeka Mengajar (PMM), tinggal diunduh dan dimasukkan ke dalam kurikulum operasional.

Untuk Perencanaan Pembelajaran ruang lingkup sekolah (ATP) intrakulikuler (mata pelajaran umum) maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, format tabelnya sama.

- Capaian Pembelajaran (CP)

- Elemen CP 

- Tujuan Pembelajaran (TP) 

- Asesmen 

- Sumber Belajar 

Lihat contoh gambar di bawah ini. 

Contoh Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Sekolah Mata Pelajaran Umum

Contoh Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Sekolah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Format tabel untuk Perencanaan Pembelajaran ruang lingkup kelas (Modul Ajar/RPP), baik intrakulikuler (mata pelajaran umum) maupun P5. 

- Tujuan Pembelajaran 

- Langkah Kegiatan 

- Asesmen 

- Sumber Belajar Perangkat Ajar 

Lihat contoh gambar di bawah ini.

Contoh Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Kelas Mata Pelajaran Umum

Contoh Perencanaan Pembelajaran Ruang Lingkup Kelas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila


E. EVALUASI, PENDAMPINGAN, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL 

1. Evaluasi  

Merumuskan tujuan evaluasi pembelajaran untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran 

Melakukan diskusi dengan sesama pendidik terkait strategi pembelajaran yang sudah dilakukan dan kendala-kendala yang dihadapi 

Untuk satuan pendidikan yang sudah menyusun KOSP sebelumnya bisa melakukan evaluasi dokumen KOSP yang sudah disusun. 

2. Pendampingan dan Pengembangan Profesional 

Kepala satuan pendidikan atau penilik memberikan pendampingan dengan startegi coaching untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. 

Membuat jadwal diskusi untuk memperoleh solusi atas kendala-kendala yang dihadapi. 

Lihat contoh gambar di bawah ini. 

CONTOH EVALUASI , PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL


 LAMPIRAN 

- Contoh merumuskan alur tujuan pembelajaran mata pelajaran 

- Contoh perencanaan pembelajaran dan modul ajar mata pelajaran 

- Contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila

- Hal-hal yang dianggap esensial lainnya



Sebelumnya Kurikulum Operasional (KOS) Satuan Pendidikan Kesetaraan Kurikulum Merdeka

Selanjutnya 

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar