15. Di mana posisi mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum?

Pembelajaran muatan lokal dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu: 

a. Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam mata pelajaran lain. 

Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat menentukan Capaian Pembelajaran (CP) untuk muatan lokal yang kemudian dapat dipetakan ke dalam mata pelajaran lainnya. 

b. Mengintegrasikan muatan lokal ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat mengintegrasikan muatan lokal ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Sebagai contoh, projek dengan tema wirausaha dilakukan dengan mengeksplorasi potensi kerajinan lokal, projek dengan tema perubahan iklim dapat dikaitkan dengan isu-isu lingkungan di wilayah tersebut, dan sebagainya. 

c. Mengembangkan mata pelajaran khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler. 

Penjelasan: satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat mengembangkan mapel khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler. 

Sebagai contoh, mata pelajaran bahasa dan budaya daerah, kemaritiman, kepariwisataan, dan sebagainya sesuai dengan potensi masing-masing daerah. 

Dalam hal satuan pendidikan membuka mata pelajaran khusus muatan lokal, beban belajarnya maksimum 72 JP per tahun atau 2 JP per minggu.


Sebelumnya | Selanjutnya 


Download Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka: Google Drive | Mediafire  

 

Lihat Tanya Jawab Kurikulum Merdeka 

Posting Komentar untuk "15. Di mana posisi mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum?"